WHISTLE BLOWING SYSTEM (WBS)
Whistle Blowing System (WBS) pada website ini merupakan layanan bagi Pegawai Kejaksaan Negeri Prabumulih(Whistleblower) untuk melaporkan dugaan pelanggaran perilaku maupun pelanggaran hukum di lingkungan Kejaksaan Negeri Prabumulih.

Adapun pengertian whistleblower  menurut PP No.71 Tahun 2000 adalah orang yang memberi suatu informasi kepada penegak hukum atau komisi mengenai terjadinya suatu tindak pidana korupsi dan bukan pelapor. Adapun istilah pengungkap fakta (whistleblower) dalam UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pelindungan Saksi dan Korban tidak memberikan pengertian tentang “pengungkap fakta”, dan berkaitan dengan itu hanya memberikan pengertian tentang saksi. Adapun yang disebut dengan saksi menurut UU No. 13 Tahun 2006 adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di siding pengadilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri, dan / atau ia alami sendiri.


Unit Perlindungan Pelapor (UPP) akan melakukan penanganan terhadap setiap laporan yang masuk dan memberikan perlindungan bagi Pelapor (Whistleblower) dalam bentuk :
  1. Merahasiakan dan menyamarkan identitas Pelapor
  2. Perlindungan dari perlakuan diskrimtinatif
  3. Perlindungan atas catatan yang merugikan dalam arsip data kepegawaian.
  4. Perlindungan terhadap ancaman fisik dan/atau psikis.
  5. Perlindungan terhadap harta, dan/atau
  6. Pemberian keterangan tanpa bertatap muka degan terlapor.

u
p
 
WHISTLE BLOWING SYSTEM (WBS)
PELAPOR
Nama
NIP
NRP
E-mail
No.Telp
TERLAPOR
Nama Terlapor
Jabatan
Status Kerja
*untuk jabatan/status kerja tiak wajib diisi hanya apabila anda mengetahui indentitas terlapor
   
PENGADUAN/WHISTLE BLOWING SYSTEM(MBS)
Perbuatan/tindakan yang dilaporkan
Perkara yan berkaitan dengan pengaduan(jika ada)